SELALU KLIK JUDUL SEBELUM BACA YEH


Kamis, 05 Januari 2017

Kucinggg dan Tikusss

-Kucinggg dan Tikusss-

Tulisan ini enggak ada sangkutpautnya sama serial kartun Tom & Jerry yang sering nongol di tipi entah siang atau pagi. Ya sebenernya ada sih, soal kegiatan dari kedua hewan di kartun tersebut. Setiap kali kita nonton mereka pasti rasanya 'ga afdhol' kalo gak liat mereka berantem, kejar-kejaran, pecahin barang sana barang sini, ancurin tempat sana tempat sini, pokoknya kalo belom si Tom berakhir apes, gak kelar-kelar deh mereka berantem.

Dan, cukup segitu kita flashback soal Tom & Jerry. Masih soal kucing dan tikus, banyak dari kita pasti langsung berpikiran bahwa mereka tukang berantem, gak bisa akur, si kucing selalu apes dan si tikus selalu hepi-hepi aja dikejar si kucing, ujung-ujungnya selalu dia makan keju sambil liat kamera.

Tuhkan, gua flashback lagi.

Ya, itulah yang terlihat di lingkungan gua. Gua berteman dengan Ramdhan, Adin dan Dilah. Gua ngeliat temen-temen gua dengan pacar mereka masing-masing yang penuh dengan 'Tekita' alias Tekanan Cinta. Kalo kata youtubers sekarang, temen gua banyakan yang 'Bucin' alias Budak Cinta. Ya gimana enggak?

Contoh pertama:

Ramdhan, sama pacarnya Ai, setiap pulang kampus bawaannya selalu ke mal, jalan-jalan sembari window shoping, foto-foto buat di upload di IG, kalo lagi khilaf beli barang ini beli barang itu, pulangnya makan-makan sambil jangan lupa posting Snapgram. Maklum, Ai udah masuk kalangan selebgram Jakarta. Postingan memperpanjang nyawa mereka, likes menambah umur mereka.

Hal ini berimbas sama dompet Ramdhan yang selalu.. tiris, setiap kita kumpul-kumpul kayak gini.

"Emm.. Gua pinjem duit lu dulu ya, Din." Pinta Ramdhan.

Sejenak, Adin mengintip isi dompetnya dahulu. "Yaudah, pesen gih."

"Gua boleh pesen juga, Din?" Tanya gua iseng.

"Boleh." Ucap Adin dengan jelas. "Tapi BAYAR SENDIRI."

Diantara temen-temen gua yang keliatan 'dimiskinkan' memang Ramdhan, tapi kalau soal fisik yang diperas baru itu kepunyaan Adin.

Contoh kedua:

Adin dan pacarnya, Rosabella, setiap liburan tiada hari tanpa jalan-jalan. Berbeda dengan Ai yang sering mengajak Ramdhan jalan-jalan ke mal, Ros justru mengajak Adin pergi ke tempat wisata yang jauh-jauh. Entah ke pantai, ke curug, ke gunung, ke manapun yang penting pergi dengan motor gede milik Adin.

Ya paling enggak, pengeluaran cuma di bensin sama makan. Tapi kalo dihitung-hitung, pengeluaran jalan-jalan pasangan ini lebih besar daripada Ramdhan dan Ai.

"Kalo lu punya bokap seorang pengusaha pasti bingung deh mau abisin uang lu buat apaan." Cerita Adin.

"Sumbangin kali, Din." Kata Ramdhan yang kembali ke meja sembari membawa pesanannya. "Orang mah kalo punya kekayaan berlebih tuh dibagi ke orang yang kekurangan."

"Ke elu gitu, contohnya?" Cetus Adin. Gua cuma ketawa ngedengerin mereka saling ejek.

Dan diantara kita, ada satu yang tenang dan terdiam.

"Oi, Dil! Buset, masih aja ngelaptop disini!" Kata gua meledek Dilah.

"Nanggung elah." Kata Dilah. "Tugasnya Mina tinggal dikit lagi kelar. Abis itu masih ada tugas gua belom dikerjain sama sekali."

Nah ini, contoh dimana uang gak diperes, fisik ya lumayan diperes, dan paling utamanya otak ditiris sampe gak ada sisa.

Contoh ketiga:

Dilah dan pacarnya, Pashmina, keduanya sama-sama pinter, mereka gak demen jalan-jalan, cukup ganti-gantian ngapel kerumah masing-masing, ngerjain tugas bareng, belajar bareng, tapi ga berbuat bareng. Ga. Belum.

Yang anehnya, dua-duanya memasang kontrak bahwa mereka akan ganti-gantian buat ngerjain semua tugas masing-masing. Dan biasanya, karena gak tega, Dilah cuma ngasih tugas-tugas dia yang sedikit buat dikerjain sama Mina. Sementara Mina selalu ngasih semua tugas-tugasnya tanpa 'tega'. Diantara kita berempat, Dilah yang paling Bucin namun paling tegaan.

"Udah!" Kata Ramdhan sambil langsung menutup laptop Dilah. "Nongkrong dulu nongkrong! Tugasnya entar bisa lanjut."

"Yah, Dhan. Pelan-pelan ntar rusak." Kata Dilah. Kita semua ketawa denger nada melas Dilah.

Ya begitulah mereka. Punya pacar masing-masing, keribetan masing-masing, dan cerita untuk diceritakan masing-masing. Terkadang gua kasian, tetapi gua mengapresiasi mereka. Ya antara apresiasi hinaan atau benar-benar menghargai mereka. Mereka mau, berbuat total untuk orang yang mereka gak juga harus dikasih total. Mereka kucing yang selalu ngejar tikus, tikus yang akan selalu bahagia di akhir ngeliat mereka apes dan blangsak di akhir.

Ya, gua gamau jadi kucing yang begitu. Gua pingin masa kuliah ini tanpa keapesan wanita. Enggak.

"Oh ya, Dhy. Gimana sama si Venda? Udah lu deketin?" Tanya Ramdhan.

"Loh? Bukannya si Adhy sama si Nisrina? Kemaren udah diajak jalan, kan? Pas hari sabtu." Kata Adin.

"Enggak lah, Adhy sekarang kan mainnya sama Natasha. Orang Natasha aja masih chatan sama Adhy sampe sekarang. Ya gak, Dhy?" Sahut Dilah.

Iya.. Gua sebenernya.. Mau.. Otw apes..

"Mending kita makan dulu, bro." Kata gua menghentikan percakapan.

"JADI SEBENERNYA SEKARANG LU SAMA SIAPA?" Tanya serempak ketiga temen gua.

to be continued...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Plz leave a like & comment :D